Logo Bloomberg Technoz

Indef: 63% BBM Bersubisdi Pertalite Dinikmati Masyarakat Mampu

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 April 2026 16:10

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Institute For Development of Economics and Finance (Indef) mencatat sekitar 63% Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dikonsumsi oleh masayarakat berpendapatan menengah ke atas, padahal bensin bersubsidi tersebut diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu.

Head of Center of Industry, Trade and Investment Indef Andry Satrio Nugroho menyatakan temuan tersebut didapatkan berdasarkan kajian Indef pada 2023. Dia menilai kondisi tersebut mencerminkan subsidi bensin masih tidak tepat sasaran dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk membenahinya.

“Berdasarkan kajian INDEF pada 2023, sekitar 63% dari mereka yang mengonsumsi Pertalite itu berasal dari rumah tangga berpendapatan menengah ke atas,” kata Andry dalam diskusi publik Indef, Kamis (23/4/2026).


Andry penilaian pemberian subsidi berbasis komoditas memang memiliki celah salah sasaran yang sangat besar, dibandingkan dengan pemberian subsidi berbasis targeted atau khusus hanya diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Di sisi lain dia juga mendukung program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membatasi pembelian BBM bersubsidi sekitar 40 liter per hari untuk kendaraan roda empat. Kebijakan tersebut dinilai bisa meminimalisir kebocoran subsidi BBM.