Logo Bloomberg Technoz

Jika Perang Terus Terjadi, Gaji PNS di Irak Terancam Tak Dibayar

News
08 June 2026 06:35

Konflik Timur Tengah Meluas Pasca AS - Israel Serang Iran (Diolah)
Konflik Timur Tengah Meluas Pasca AS - Israel Serang Iran (Diolah)

Bloomberg,  Irak, produsen minyak terbesar kedua di OPEC, tidak akan mampu membayar gaji pegawai negeri bulan depan jika Selat Hormuz tetap ditutup, kata Menteri Luar Negeri Fuad Hussein.

Ekonomi Irak telah menjadi korban perang akibat dampak terhadap ekspor minyak mentah, yang menyumbang sekitar 90% dari pendapatan pemerintah, kata Hussein dalam wawancara di al-Sharqiya.

Ekspor minyak kini terbatas pada pipa Kurdistan dengan rata-rata 200.000 barel per hari, katanya.


Hussein menyerukan kepada semua pihak dalam perang Iran untuk menghentikan permusuhan, membuka selat, dan memungkinkan ekspor minyak dilanjutkan. Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi berpeluang akan mengunjungi Washington pada Juli, kata Hussein.

Irak membutuhkan sekitar 8 triliun hingga 9 triliun dinar per bulan untuk gaji pegawai negeri dan telah mencetak lebih dari 20 triliun dinar dalam bentuk uang kertas. kata Hussein. Pemerintah mengandalkan cadangan bank sentral untuk menyelesaikan masalah keuangan tersebut, tambahnya.