100 Hari Perang, Dialog Damai AS-Iran Masih Mandek
News
08 June 2026 08:00

Arsalan Shahla dan Sara Gharaibeh - Bloomberg News
Bloomberg, Proses perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan hampir tidak menunjukkan kemajuan berarti untuk mencapai kesepakatan damai sementara. Kebuntuan ini terjadi tepat 100 hari setelah perang yang diinisiasi oleh Washington dan Israel meletus, di tengah rentetan serangan baru yang terus menekan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh.
Dalam sepekan terakhir, ketegangan di kawasan tersebut mencapai ketegangan paling serius sejak gencatan senjata dimulai sekitar tanggal 8 April lalu. Proses negosiasi antara Washington dan Teheran kini mandek akibat sengketa nasib miliaran dolar aset finansial Iran yang dibekukan AS, serta konflik paralel yang masih membara antara Israel dan milisi Hizbullah pro-Iran di Lebanon.
Komando Sentral AS (Centcom) mengumumkan pada Minggu (7/6) dini hari bahwa mereka berhasil menembak jatuh dua pesawat nirawak (drone) tempur Iran yang dinilai mengancam jalur pelayaran maritim internasional di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur air yang sangat krusial bagi ekspor energi global sekaligus menjadi poin inti dalam meja diskusi kedua negara.
Sebelumnya pada hari Jumat, enam rudal balistik yang ditembakkan ke arah Bahrain dan Kuwait berhasil dicegat, sementara satu rudal lainnya gagal mencapai target. Penghadangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah empat pesawat nirawak yang mengarah ke Selat Hormuz dilumpuhkan. Sebagai balasan, militer AS langsung menggempur situs radar pengawas pantai milik Iran di Goruk dan Pulau Qeshm.





























