Logo Bloomberg Technoz

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pramesti Regita Cindy
21 April 2026 08:40

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan sejumlah langkah pencegahan migrasi atau peralihan konsumsi ke bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, menyusul kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026).

Bahlil mengatakan pengawasan distribusi BBM—khususnya yang bersubsidi — akan dilakukan secara ketat, di samping pemberlakuan pembatasan pembelian agar tepat sasaran. 

Salah satu kebijakan yang dimaksud yakni pembatasan pembelian BBM subsidi maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan tertentu. Menurutnya, volume tersebut sudah mencukupi untuk kebutuhan kendaraan pribadi.


"Saya katakan waktu di Seoul, di Korea waktu saya menyampaikan bahwa BBM-nya itu akan diberikan per hari 50 liter. Lima puluh liter itu kan tangki sudah penuh itu, sudah bisa 400 kilo itu, 300 kilo lebih lah, hampir kurang lebih 400 kilo. Sebagai mantan sopir angkot, ya itu pengalaman saya," kata Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Truk Logistik