Logo Bloomberg Technoz

Darmin: Rupiah Terus Tertekan Jika Harga BBM Subsidi Tak Naik

Mis Fransiska Dewi
22 April 2026 13:30

Darmin Nasution, Gubernur BI Periode 2009-2013 (Dimas Ardian/Bloomberg)
Darmin Nasution, Gubernur BI Periode 2009-2013 (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus tertekan lantaran pemerintah masih akan menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tengah harga minyak mentah yang terus meroket. 

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu menyebut pemerintah tidak bisa membuat seluruh kondisi menjadi sempurna di tengah konflik Timur Tengah. Ketika itu terjadi, pemerintah harus rela membayar biaya lebih dalam pos anggaran lain. 

“Tidak bisa kalau ada tekanan, you nggak bisa you mau perfect saja gitu. Artinya ya Anda membuat harga BBM di dalam negeri itu tetap tidak naik misalnya, ya itu dia akan keluar tekanannya di tempat lain,” kata Darmin ditemui di sela Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur, Rabu (22/4/2026). 


“Jadi itu adalah cost yang harus dipikul karena anda [pemerintah] tidak mau mengadjust di sini [BBM subsidi]. Harus ada adjustment supaya yang ke sana semua dia ke nilai tukar.”

Rupiah melanjutkan tren pelemahannya pada sesi perdagangan siang ini dan terdepresiasi 0,21% ke posisi Rp17.180/US$.