Logo Bloomberg Technoz

Harga Pertamax Ditahan Lagi, Kompensasi Bisa Tembus Rp2,3 T/Bulan

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 June 2026 12:00

Seorang pekerja duduk di dekat pompa bahan bakar di sebuah SPBU PT Pertamina di Bihar, Provinsi Lampung, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli
Seorang pekerja duduk di dekat pompa bahan bakar di sebuah SPBU PT Pertamina di Bihar, Provinsi Lampung, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax saat ini ditaksir mencapai Rp16.427/liter, tetapi hingga bulan ini pemerintah masih menahan harga bensin RON 92 milik Pertamina itu di level Rp12.300/liter.

Setelah sebelumnya kebijakan penahanan harga Pertamax tersebut diakui akan dikompensasi oleh pemerintah, kini kalangan ekonom menghitung bahwa kebutuhan dana untuk menanggung selisih harga jual Pertamax hingga bulan ini diramal menembus Rp2,2 triliun sampai Rp2,3 triliun per bulan.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan taksasi tersebut didasari oleh perhitungan penurunan harga minyak mentah acuan dunia di bawah US$100/barel (bbl) serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang stabil di atas Rp17.000/US$.


Dia mencatat rata-rata harga minyak mentah Brent sepanjang Januari hingga akhir Mei 2026 sekitar US$88,5/bbl dan nilai tukar rupiah sebesar Rp17.057/US$.

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

“Untuk Pertamax RON 92, nilai keekonomiannya kemungkinan berada di sekitar Rp16.427/liter. Rujukan sebelumnya menunjukkan bahwa pada skenario ICP US$100/bbl dan kurs Rp17.000/US$, harga keekonomian Pertamax bisa mencapai sekitar Rp17.800/liter,” kata Josua ketika dihubungi, Selasa (2/6/2026).