Logo Bloomberg Technoz

Harga Solar Industri Meradang, Siap-siap PHK di Sektor Tambang

Azura Yumna Ramadani Purnama
01 June 2026 14:00

Seorang pengemudi mengisi bahan bakar kendaraannya dengan bahan bakar solar atau diesel di sebuah SPBU Shell./Bloomberg-David Ryder
Seorang pengemudi mengisi bahan bakar kendaraannya dengan bahan bakar solar atau diesel di sebuah SPBU Shell./Bloomberg-David Ryder

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mencatat harga solar industri mengalami kenaikan usai terjadinya penutupan jalur perdagangan migas di Selat Hormuz, bahkan menembus Rp30.000/liter di wilayah Indonesia Timur.

Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi Ardhi Ishak Koesen mengungkapkan kenaikan harga solar industri tersebut terjadi bersamaan dengan kelesuan di sektor pertambangan gegara pemangkasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Selain harga solar industri yang melonjak hingga Rp30.000/liter di wilayah Indonesia Timur, Ardhi mencatat harga solar industri di wilayah Kalimantan telah melonjak menjadi di atas Rp20.000/liter dari sebelumnya Rp15.000—Rp18.00/liter.

Pompa pengisian bahan bakar diesel atau solar./dok. Bloomberg

Lebih jauh, dia mengungkapkan saat ini porsi biaya bahan bakar dalam komponen biaya penambangan telah mencapai 40%. Kondisi sulit tersebut diklaim terjadi saat penambang sudah memikul berbagai tekanan sejak awal tahun ini.

Risiko PHK