Logo Bloomberg Technoz

Cari BBM

Sebulan terakhir, perseroan tercatat beberapa kali melakukan pemesanan kago minyak dari berbagai sumber di tengah pasar minyak yang tengah bergejolak dan upaya pemerintah untuk mencari cadangan seiring dengan disrupsi pasar energi di Asia akibat Perang Iran. 

Awal Maret, Pertamina juga terpantau melakukan pengadaan atau tender bahan bakar minyak (BBM) berupa dua kargo solar dengan sulfur 0,25% masing-masing ~200.000 barel dan dua kargo bensin RON 98 masing-masing berukuran ~35.000 barel.

Dalam dokumen tender yang dilihat Bloomberg, kargo solar atau diesel atau gasoil dengan kadar sulfur 0,25% tersebut untuk jadwal pengiriman 28—30 Maret 2026.

Satu kargo akan dikirim dengan basis cost and freight (CFR) ke Kilang Tuban, Jawa Timur dan kargo lainnya dengan basis CFR ke Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

“Masing-masing kargo ~200.000 barel, satu dengan basis CFR Tuban dan kargo lainnya CFR IBT Pulau Laut. Batas akhir penawaran jam 10 pagi waktu Jakarta pada 9 Maret, berlaku sampai jam 6 sore keesokan harinya,” tulis dokumen tersebut, Senin (9/3/2026).

Di sisi lain, dua kargo bensin RON 98 masing-masing ~35.000 barel dilakukan lelang untuk pengiriman April 2026.

Kargo pertama dijadwalkan tiba pada 3—5 April dengan basis CFR atau delivered at place (DAP) di Tanjung Uban, Kepulauan Riau. Sementara itu, kargo kedua dijadwalkan tiba pada 5—7 April dengan basis CFR atau DAP di Jakarta.

Batas akhir penawaran yang diajukan adalah 9 Maret pukul 11:00 WIB dan penawaran tersebut tetap valid hingga 18:00 WIB keesokan harinya.

Selanjutnya pada akhir Maret, Pertamina kembali menerbitkan pengadaan atau tender BBM berupa lima kargo bensin RON 98 dengan volume kumulatif 210.000 barel untuk pemuatan pada April.

Pertama, ~50.000 barel dan akan dikirim dengan basis CFR ke terminal milik perseroan di Plumpang untuk 3—5 April 2026. Kedua, ~50.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Tanjung Uban pada 7—9 April 2026.

Ketiga, ~50.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Plumpang pada 12—14 April 2026. Keempat, ~40.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Plumpang pada 15—17 April 2026. Kelima, ~20.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Tanjung Uban pada 18—20 April 2026.

Penawaran kali itu jatuh tempo 24 Maret, pukul 10 pagi waktu Jakarta, berlaku hingga pukul 6 sore hari berikutnya.

Saat dimintai konfirmasi ihwal pemesanan solar dan bensin RON 98 tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun membenarkan Pertamina tengah melakukan pemesanan BBM melalui mekanisme tender reguler.

"Ini info yang saya dapat adalah tender reguler, sehingga menyesuaikan dan mengacu dengan prosedur dan tahapan yang ada. Sesuai aturan tender dan pengadaan," ujarnya.

Untuk diketahui, pasar energi telah dilanda kekacauan sejak AS dan Israel melancarkan perang pada akhir Februari, dengan Iran hampir sepenuhnya memblokir Selat Hormuz yang vital, jalur transit untuk sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Empat dari enam fluktuasi terbesar yang pernah terlihat pada harga berjangka Brent terjadi sejak konflik dimulai. Badan Energi Internasional (IEA) menggambarkan krisis saat ini sebagai gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Volatilitas minyak mentah Brent 30 hari./dok. Bloomberg

Adapun, per pagi ini, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni tetap stabil di US$98,31/barel pada pukul 9 pagi di Singapura. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni bertengger di US$89,58/barel.

(wdh)

No more pages