Logo Bloomberg Technoz

Cerita Politik Kantor di Google yang Korbankan Pengembangan AI

News
22 April 2026 12:48

Gemini AI, teknologi kecerdasan buatan buatan Google. (Dok: Bloomberg)
Gemini AI, teknologi kecerdasan buatan buatan Google. (Dok: Bloomberg)

Julia Love–Bloomberg News

Bloomberg, Di Google, para pemimpin merasa was–was akan tertinggal dalam persaingan guna penyediaan alat pemrograman kecerdasan buatan atau AI coding, terutama karena rival perusahaan seperti Anthropic PBC menawarkan tool yang lebih efektif dan populer, menurut sumber yang mengetahui masalah ini. Raksasa mesin pencari asal Amerika Serikat (AS) ini kini sekuat tenaga menyatukan beberapa inisiatif pemrogramannya di bawah satu payung. Tujuannya mempercepat kemajuan dan memanfaatkan lonjakan minat pelanggan.

Di beberapa bagian Google milik Alphabet Inc., utamanya laboratorium AI DeepMind, kekhawatiran soal posisi perusahaan semakin meningkat, menurut karyawan dan eksekutif saat ini maupun mantan, yang menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara secara publik.


Perusahaan-perusahaan baru mulai menyadari bahwa tool pemrograman AI dapat memungkinkan siapa saja untuk mengembangkan produk dengan bekal chatbot. Namun, Google belum memiliki solusi nyata untuk mereka. Kemampuan model Gemini tersebar di enam produk pemrograman berbeda dengan merek yang beragam. Hal yang menunjukkan bagaimana kurangnya fokus perusahaan dan upaya secara internal yang saling bersaing guna menghambat kesuksesan, kata para sumber tersebut.

Bahkan di internal, beberapa insinyur Google lebih memilih menggunakan Claude Code dari Anthropic, kata mereka. Hal yang lebih mengkhawatirkan, kata para sumber tersebut, adalah para developer yang kesulitan mengadopsi pemrograman AI.