Logo Bloomberg Technoz

Citi Prediksi Minyak di US$110 Jika Hormuz Terblokir 1 Bulan Lagi

News
21 April 2026 10:30

PT Pertamina International Shipping (PIS) tambah armada kapal tipe Very Large Gas Carriers (VLGC) yang dinamai Kapal Pertamina Gas Caspia. (Dok. PIS)
PT Pertamina International Shipping (PIS) tambah armada kapal tipe Very Large Gas Carriers (VLGC) yang dinamai Kapal Pertamina Gas Caspia. (Dok. PIS)

Mia Gindis - Bloomberg News

Bloomberg, Citigroup mengestimasikan harga minyak bisa naik hingga US$110/barel jika lalu lintas di Selat Hormuz tetap terganggu selama satu bulan lagi.

Kerugian persediaan minyak mentah dan produk global akibat perang Amerika Serikat (AS) terhadap Iran diperkirakan bisa meningkat hingga 1,3 miliar barel jika jalur pelayaran vital tersebut tetap terblokir selama empat pekan lagi, kata perusahaan tersebut.


Bahkan, jika perpanjangan gencatan senjata ditandatangani pekan ini dan pengiriman melalui selat, bersama dengan produksi, secara bertahap dilanjutkan hingga Mei, total persediaan minyak mentah dan produk global diperkirakan menurun sekitar 900 juta barel.

Angka itu terdiri dari 500 juta barel yang sudah hilang dan 400 juta barel kerugian yang diantisipasi akibat penundaan peningkatan produksi dan kerusakan terkait konflik.