Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia Bersiap Melemah Imbas Ketegangan Baru AS-Iran

News
04 June 2026 06:30

Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di kawasan Asia bersiap melemah pada perdagangan Kamis (4/6). Kondisi ini terjadi setelah bentrokan bersenjata terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menekan pakta gencatan senjata yang rapuh, sekaligus mengerek harga minyak mentah dunia ke level yang lebih tinggi.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham untuk pasar Jepang dan Hong Kong mengindikasikan pembukaan di zona merah pagi ini. Tren tersebut bersiap memutus reli kenaikan bursa saham regional yang sempat bertahan selama empat hari berturut-turut. Di Wall Street, kontrak berjangka saham AS kompak turun sekitar 0,4% setelah indeks acuan utama terkoreksi dari rekor tertinggi mereka, di mana indeks S&P 500 resmi menghentikan tren kenaikan sembilan hari beruntun. Setelah penutupan pasar, saham Broadcom Inc juga dilaporkan anjlok pada perdagangan setelah penutupan pasar karena proyeksi bisnisnya gagal memenuhi ekspektasi investor.


Di pasar komoditas, harga minyak mentah AS bergerak stabil setelah melonjak 2,4% pada sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan terjadi setelah aksi saling tembak antara militer AS dan Iran sepanjang malam, yang ikut menyeret Kuwait dan Bahrain ke dalam salah satu eskalasi konflik paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan pada awal April lalu. Kombinasi kenaikan harga minyak dan sinyal ketangguhan pasar tenaga kerja AS langsung menekan harga obligasi pemerintah AS (Treasury). Kondisi ini membuat para pelaku pasar meningkatkan taruhan bahwa langkah kebijakan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) berikutnya adalah menaikkan suku bunga acuan.

Rentetan pergerakan pasar ini terjadi setelah ketegangan yang terus memuncak di Timur Tengah selama beberapa hari terakhir, termasuk operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon. Situasi tersebut berisiko menggagalkan pembicaraan damai AS-Iran serta meruntuhkan gencatan senjata yang ada. Meskipun reli saham yang digerakkan oleh sektor kecerdasan buatan (AI) sempat melambungkan bursa saham ke rekor tertinggi, gelombang baru risiko geopolitik ini mulai menguji keberanian investor untuk menghadapi dampak lonjakan harga minyak.

Oil Climbs as US-Iran Clashes Cloud Outlook for Deal. (Sumber: Nymex).