Logo Bloomberg Technoz

Menlu AS: Risiko Nuklir Iran Lebih Buruk dari Krisis Ekonomi

News
04 June 2026 11:10

Menlu AS Marco Rubio. (Stefani Reynolds/Bloomberg)
Menlu AS Marco Rubio. (Stefani Reynolds/Bloomberg)

Eric Martin - Bloomberg News

Bloomberg, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa pemerintahan Donald Trump sejak awal telah menyadari potensi hancurnya perekonomian global akibat mengobarkan perang terhadap Iran. Namun menurutnya, ancaman Teheran yang sewaktu-waktu dapat memiliki senjata nuklir jauh lebih serius untuk dibiarkan.

"Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan sadar betul bahwa setiap tindakan pasti memiliki konsekuensi. Namun, konsekuensi jika Iran sampai memiliki senjata nuklir jauh lebih buruk," tegas Rubio dalam sidang dengar pendapat bersama Komite Urusan Luar Negeri DPR AS di Washington pada hari Rabu (3/6). "Kami sudah bersiap menghadapi respons apa pun."


Pernyataan tersebut disampaikan Rubio untuk menjawab rentetan pertanyaan dari Anggota DPR asal New York, Gregory Meeks. Politisi senior Partai Demokrat di komite tersebut berulang kali mempertanyakan apakah Rubio telah memperingatkan Donald Trump mengenai dampak ekonomi dari perang, yang kini terbukti telah melambungkan harga bensin bagi warga Amerika dan memicu inflasi global.

Meeks menuding Trump dan para pejabat kaya di pemerintahannya sengaja mengeruk keuntungan dari perang Iran, sementara rakyat biasa Amerika harus menanggung beban akibat konflik tersebut. Ia juga mencecar Rubio mengenai aktivitas perdagangan saham Trump, mengingat dokumen keterbukaan finansial menunjukkan bahwa Trump atau penasihat investasinya melakukan lebih dari 3.700 transaksi saham sepanjang kuartal pertama tahun ini. Nilai transaksi tersebut mencapai puluhan juta dolar AS dan melibatkan sejumlah perusahaan raksasa yang memiliki urusan bisnis dengan pemerintahannya.