Logo Bloomberg Technoz

Strategi Fund Manager Sesuaikan Portofolio Usai Peringatan S&P

Nyoman Ary Wahyudi
20 April 2026 19:00

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sebagian manajer investasi atau fund manager lokal meracik ulang portofolio mereka di tengah risiko defisit fiskal akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Belakangan, S&P Global Ratings mewanti-wanti risiko beban subsidi energi bakal memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia imbas kenaikan impor minyak mentah.

Lembaga pemeringkat global itu menilai peringkat utang Indonesia paling rentan di Asia Tenggara apabila konflik Timur Tengah berlangsung lebih lama. 


Head of Investment & Research Division BNI Asset Management (BNI AM) Yekti Dewanti mengatakan pihaknya mengalokasikan aset yang defensif dengan mengerek posisi kas dan alokasi saham diturunkan ke kisaran 88% sampai 93%.

“Dengan fokus strategi pada saham-saham yang memiliki hubungan dengan situasi kondisi harga komoditas dan memiliki penjualan dalam mata uang asing, USD earner,” kata Yekti saat dihubungi, dikutip Senin (20/4/2026).