Logo Bloomberg Technoz

Data Inflasi: Biaya Hidup Naik, Masyarakat Terus Makan Tabungan

Redaksi
01 April 2026 16:29

Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)
Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kondisi ekonomi sektor riil terindikasi sedang lesu. Meski harga-harga mengalami kenaikan, tapi kenaikan itu bukan datang dari aktivitas belanja yang ditopang oleh tingginya permintaan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini (1/4/2026) merilis tingkat inflasi Indonesia sebesar 3,48% secara tahunan pada Maret 2026. Tingkat inflasi itu berada di bawah target inflasi tahunan pemerintah dan Bank Indonesia 2026 yang sebesar 1,5% hingga 3,5%. 

Bahkan pada Maret 2026 inflasi hanya tercatat 0,41% secara bulanan atau month-to-month (mtm), lebih rendah dibanding inflasi Februari yang sebesar 0,68% (mtm).


Sumber utama inflasi datang dari inflasi energi sebesar 9,08%, serta barang yang harganya diatur pemerintah 6,08%. "Komponen energi pada Maret 2026 memberikan andil terhadap inflasi tahunan sebesar 0,94%," sebut Laporan BPS. 

Tekanan inflasi paling terasa pada kelompok pengeluaran yang sifatnya esensial. Harga makanan, minuman, dan tembakau naik 3,34%.