Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Menguat Terbatas di Tengah Memanasnya Tensi Perang

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 April 2026 09:08

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)  menguat dalam pembukaan perdagangan Senin pagi (20/4/2026). Di tengah tensi perang antara AS dan Iran yang meninggi kembali membuat indeks dolar AS menguat dan menekan sebagian mata uang pasar negara berkembang, namun rupiah menunjukkan sikap defensifnya.

Rupiah dibuka menguat 0,23% ke posisi Rp17.150/US$, lalu tak berselang lama kembali menyusut dan menyisakan penguatan 0,15% ke level Rp17.168/US$. 

Indeks dolar AS juga menguat ke 98,35 dan harga minyak mentah dunia persisten naik 5,51% ke posisi US$95,36 per barel. Hal ini membuat pergerakan mata uang kawasan cenderung beragam. 


Dari kawasan, won Korea Selatan melemah 0,92%, dolar Singapura 0,24%, yen Jepang 0,14%, ringgit Malaysia 0,06% dan yuan offshore 0,05%. Sebaliknya, baht Thailand, dolar Taiwan, dan peso Filipina menguat masing-masing 0,26%, 0,16% dan 0,06%. 

Pergerakan mata uang Asia, Senin (20/4/2026). (Bloomberg)

Meski menguat terbatas, tekanan terhadap rupiah diperkirakan akan semakin kompleks karena tekanan eksternal yang terjadi, diperkuat oleh dinamika domestik.