Dolar AS Menguat Karena Tensi Perang, Rupiah Bisa Terseret Lagi
Tim Riset Bloomberg Technoz
20 April 2026 08:32

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka stagnan di level Rp17.170/US$. Rupiah lanjut defensif menuju level Rp17.162/US$. Lantas bagaimana prediksi rupiah di pasar spot hari ini?
Setelah lima hari beruntun mengalami pelemahan, hari ini indeks dolar AS kembali menguat 0,21% ke posisi 98,3. Hal ini terjadi lantaran tensi perang kembali naik setelah Angkatan Laut AS menyita sebuah kapal Iran, yang disusul dengan perlawanan Iran dengan menembaki kapal-kapal dan memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz.
Kondisi penuh ketidakpastian ini membuat harga minyak mentah jenis Brent kembali melonjak 7,09% ke US$96,79 per barel pada Senin (20/4/2026) pukul 07.10 WIB, setelah sempat berada di posisi US$90,38 per barel pada penutupan Jumat (17/4/2026).
Dari regional Asia, mata uang di pasar yang sudah buka menunjukkan pelemahan. Won Korea Selatan melemah 1,11%, yen Jepang 0,34%, dolar Singapura melemah 0,29%, ringgit Malaysia melemah 0,16%.
Meski risiko meningkat di tengah ketidakpastian kapan perang berakhir dan berhenti menekan kondisi perekonomian dunia, bank sentral sejumlah negara memasang sikap penuh kehati-hatian.




























