Logo Bloomberg Technoz

Rupiah di Level Rp18.000/US$, Purbaya Belum Revisi Asumsi Makro

Mis Fransiska Dewi
05 June 2026 15:20

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN Kita. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN Kita. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa dirinya belum akan melakukan revisi atas asumsi makro terhadap rupiah. Hal ini dinyatakan oleh Purbaya di tengah nilai tukar rupiah masih bertengger di angka psikologis Rp18.000 per US$. Hari ini rupiah dibuka melemah 0,23%, ke level Rp18.074/US$, melanjutkan pelemahan yang terjadi kemarin. 

Menurut Bendahara Negara, hingga saat ini secara year to date rata-rata nilai tukar rupiah berada di level Rp.17,057, sementara asumsi APBN saat ini adalah Rp 16,500. Purbaya menyebut bahwa hal ini bukan berarti APBN harus dikoreksi.

“Waktu kita exercise sebelumnya, waktu exercise harga BBM itu, rupiahnya sudah di level yang cukup tinggi. Jadi saya tahu harus adjust lagi apa enggak dengan level yang sekarang, saya masih belum harus adjust,” kata Purbaya dalam konferensi Pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026).


Sementara itu, pemerintah masih menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dengan realisasi pada kuartal I-2026 mencapai 5,6%. Sementara itu, inflasi berada di level yang lebih tinggi ketimbang asumis makro yakni di level 3,08%.

Untuk yield SBN 10 tahun secara year to date berada di level 6,48% sementara pada akhir periode tercatat sebesar 6,67%, lebih rendah ketimbang asumsi APBN di angka 6,9%.