Ekonom Soroti Fiskal usai S&P Sebut RI Paling Rentan di ASEAN
Mis Fransiska Dewi
17 April 2026 09:52

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan terbaru Standard & Poor's Global Ratings menganggap kondisi Indonesia paling rentan di antara negara lain di Asia Tenggara jika konflik Timur Tengah berlangsung lebih lama.
Menanggapi hal ini, ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi berpandangan, penilaian tersebut merupakan hal yang wajar lantaran struktur fiskal indonesia sangat terikat pada subsidi energi.
“Indonesia dianggap paling rentan bukan karena ekonominya lemah, melainkan karena struktur fiskalnya sangat terikat pada subsidi energi dan biaya utangnya sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga global yang dipicu oleh inflasi energi,” kata Rahma saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).
Rahma menilai kekhawatiran S&P sangat rasional, meskipun saat ini peringkat utang Indonesia masih berada di level BBB atau stable. S&P melihat Indonesia memiliki bantalan yang lebih tipis dibanding negara tetangga seperti Malaysia atau Thailand, dan Vietnam.
Menurutnya, S&P melihat dari sisi sensitivitas Indonesia terhadap lonjakan harga minyak mentah global. Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak jauh di bawah harga pasar saat terjadi konflik yang sempat menyentuh lebih dari US$100/barel.





























