Antara Alarm dan Peluang: Membaca Pesan S&P Buat Indonesia
Redaksi
16 April 2026 16:52

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menilai peringkat kredit negara-negara di kawasan Asia Tenggara akan menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global serta terdampak oleh gangguan pasokan energi dari perang Timur Tengah.
Di kawasan, S&P Ratings memperkirakan Indonesia paling rentan, jika perang terjadi secara berkepanjangan. Menurut lembaga ini, tekanan terhadap Indonesia datang dari kombinasi faktor fiskal dan eksternal.
Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan beban subsidi pemerintah, dan memperlebar defisit anggaran.
Di sisi lain, tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi juga bisa memicu kenaikan suku bunga di pasar. Hal ini kemudian berdampak pada tingginya biaya pinjaman pemerintah dan semakin menambah beban fiskal.
Melansir data realtime Bloomberg pada Kamis (16/4/2026) per 15:20 WIB, harga minyak mentah bertahan di level US$96,5 per barel.






























