Logo Bloomberg Technoz

5 Faktor Utama Pemicu IHSG Menjadi yang Terburuk di Dunia

Redaksi
04 June 2026 11:20

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terguncang. Sejumlah sentimen, terutama dari dalam negeri, menjadi pemicu utama gejolak tersebut.

Kemarin, Rabu (3/6/2026), IHSG ditutup melemah 4,11% ke level 5.941 di akhir sesi kedua.

Sesaat setelah pembukaan sesi kedua, indeks bahkan sempat jatuh 5% hingga menyentuh level terendah intraday, 5.842.


Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan kemarin menjadi yang terburuk sejak 2021, sekaligus yang terburuk di dunia pada perdagangan kemarin.

Pada hari ini, Kamis (4/6/2026) pukul 09:40 WIB, IHSG kembali jatuh 4,78% menyentuh level 5.657. Posisi ini membuat IHSG kembali menjadi bursa saham performa terburuk di dunia.

Bursa Saham Global per 4 Juni 2026 (Bloomberg)