Logo Bloomberg Technoz

Ini Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah hingga Tembus Rp18.000/US$

Redaksi
04 June 2026 16:50

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menembus level psikologis Rp18.000/US$ pada pagi hari ini, Kamis (4/6/2026).

Pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026), nilai tukar rupiah langsung melemah 0,06% ke level Rp17.960 per dolar AS. Pelemahan tersebut berlanjut dengan cepat. Kurang dari setengah jam setelah pasar dibuka, rupiah tergerus hingga Rp17.995/US$ pada pukul 09.04 WIB.

Momentum pelemahan kemudian membawa rupiah melewati batas psikologis yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar. Tepat pada pukul 09.16 WIB, mata uang Garuda menembus level Rp18.000/US$, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pada siang hari, pukul 12.30 WIB rupiah mencapai Rp18.045/US$.


Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menjelaskan pelemahan rupiah terjadi akibat kombinasi atas beberapa hal, baik fundamental ekonomi maupun persepsi atau sentimen yang terjadi dan mempengaruhi keputusan pelaku pasar keuangan. 

Salah satu faktor depresiasi rupiah ialah dipicu oleh kebijakan-kebijakan baru yang di luar prediksi. Selain itu, terdapat pula potensi bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuan akibat inflasi tinggi.