Logo Bloomberg Technoz

BI Sinyalkan Sulit Pangkas BI Rate Imbas Perang Timur Tengah

Mis Fransiska Dewi
08 April 2026 15:35

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengumumkan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Mei 2024 di Jakarta, Rabu (22/5/2024). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengumumkan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Mei 2024 di Jakarta, Rabu (22/5/2024). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal akan sulit menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate yang saat ini berada di level 4,75%, imbas eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin tinggi. 

Merespons hal itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengaku tengah menyesuaikan ulang kebijakan untuk merespons tekanan eksternal yang dipicu konflik geopolitik dan gejolak pasar global.

“Meskipun BI Rate kami pertahankan 4,75% nampaknya ke depan untuk ruang penurunannya kemungkinan semakin lama, semakin tertutup dan kami juga harus kemudian menyikapinya menggunakan untuk stabilitas,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (8/4/2026). 


Dalam kaitan itu, Perry mengungkapkan BI juga akan menyesuaikan instrumen moneter, termasuk menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal masuk, sekaligus meredam tekanan terhadap rupiah.

“Ini agar memang kami harus juga membalance antara keperluan menstabilkan nilai tukar, intervensi, dan juga bagaimana supaya outflow itu tidak terlalu buruk sehingga kemudian masih terjadi outflow,” ujarnya.