Logo Bloomberg Technoz

Yield SRBI Melonjak, Tapi Permintaan Turun

Redaksi
22 May 2026 16:36

Ilustrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Diolah)
Ilustrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap rupiah membuat imbal hasil (yield) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak dan berada di posisi 6,75% untuk tenor 12 bulan. Lonjakan yield ini menandai posisi tertingginya sejak Januari 2025. 

Data lelang Bank Indonesia (BI) pada Jumat (22/5/2026), menunjukkan rata-rata tertimbang imbal hasil pemenang untuk tenor 6 bulan mencapai 6,52%, tenor 9 bulan sebesar 6,67%, dan tenor 12 bulan 6,75%. Bahkan, sebelum dimenangkan investor mengajukan penawaran hingga kisaran 7,7%. 

Yield SRBI tenor 12 bulan melonjak menjadi 6,75%. (Bloomberg)

Lonjakan yield pada instrumen SRBI terjadi ketika lelang dilaksanakan pada saat rupiah berada dalam tekanan. Selain itu, kondisi domestik hari ini dipenuhi banyak sentimen, mulai dari badan ekspor yang membuat sejumlah investor khawatir, kondisi fiskal, dan ketahanan eksternal Indonesia yang terindikasi semakin rapuh. 


Penawaran yang masuk pada tenor 12 bulan mencapai Rp46,78 triliun pada lelang kali ini, lebih rendah dari lelang sebelumnya Rp50,7 triliun (13/5/2026), dan Rp70,9 triliun (8/5/2026). Alhasil, nilai yang dimenangkan pun lebih sedikit menjadi Rp12,25 triliun dari lelang sebelumnya Rp16 triliun (13/5/2026), dan Rp23,5 triliun (8/5/2026). 

Dalam lelang kali ini, total penawaran yang masuk pada semua tenor sebanyak Rp54,53 triliun, tetapi BI hanya mengantongi Rp18 triliun, lebih rendah dari lelang sebelumnya Rabu (13/5/2026) Rp22 triliun, dan lelang Jumat (8/5/2026) Rp30 triliun.