Warsh Pimpin The Fed, Investor Bertaruh Suku Bunga akan Naik
News
25 May 2026 07:20

Ye Xie - Bloomberg News
Bloomberg, Seiring langkah Kevin Warsh yang resmi mengambil alih kepemimpinan di Federal Reserve (The Fed), para investor obligasi bertaruh bahwa ia akan lebih memprioritaskan kredibilitas bank sentral dalam memerangi inflasi, ketimbang mengikuti desakan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga.
Di tengah situasi perang Iran yang memicu lonjakan inflasi terbesar sejak tahun 2023, para pelaku pasar kini memproyeksikan bahwa The Fed hampir dipastikan akan mulai menaikkan suku bunga pada bulan Desember mendatang. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi tiga bulan lalu, ketika pasar masih bertaruh akan adanya pemangkasan suku bunga yang lebih dalam.
Pergeseran sentimen ini mencerminkan dampak nyata dari gejolak di Timur Tengah, ketahanan ekonomi AS, serta tren lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) yang terus mendorong bursa saham menguat. Seluruh faktor tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi dapat tertahan di atas target 2% yang ditetapkan The Fed untuk waktu yang cukup lama.
Dalam sepekan perdagangan yang bergejolak, imbal hasil (yield) obligasi AS (Treasury) tenor dua tahun—yang paling sensitif terhadap proyeksi kebijakan The Fed—melonjak hingga 4,14% pada hari Jumat. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir dan berada hampir 40 basis poin di atas batas atas kisaran suku bunga acuan The Fed saat ini. Sementara itu, yield tenor 30 tahun sempat menyentuh level 5,2% pada pekan lalu—posisi yang terakhir kali terlihat pada tahun 2007—sebelum akhirnya turun kembali ke level 5,06%.






























