Logo Bloomberg Technoz

Sederet Dampak Bagi Petani Sawit Imbas PP Tata Kelola Ekspor

Merinda Faradianti
24 May 2026 19:00

Perkebunankelapa sawit./Bloomberg-Ivan Valencia
Perkebunankelapa sawit./Bloomberg-Ivan Valencia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Petani Sawit Indonesia (POPSI) Mansuetus Darto mengungkap sederet dampak bagi petani sawit usai aturan baru terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) dikeluarkan.

Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam mengatur komoditas SDA seperti kelapa sawit sampai baru bara lewat Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah, dalam hal ini PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Menurut Darto, situasi di lapangan saat ini mulai memicu kepanikan di kalangan petani dan pelaku usaha sawit daerah karena ketidakpastian mekanisme perdagangan ke depan.


Ia mengatakan dampak paling cepat terlihat dari anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit. Sebelumnya, harga TBS masih berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.700 per kilogram. Namun dalam beberapa hari terakhir, harga disebut turun menjadi sekitar Rp1.500 hingga Rp2.500 per kilogram.

“Artinya rata-rata penurunan mencapai sekitar Rp1.500 per kilogram hanya dalam hitungan hari,” kata Darto dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).