Minyak Mahal, Picu Gelombang Pengetatan Moneter Global
Redaksi
24 May 2026 12:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga minyak mentah telah mengerek inflasi global. Bukan hanya Amerika Serikat (AS), sejumlah negara diproyeksikan mengalami inflasi pada kuartal II-2026.
Jika harga minyak terus bertahan tinggi dan jalur perdagangan energi global tetap terganggu, bank sentral dunia kemungkinan akan kembali memasuki fase kebijakan moneter ketat lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Sejumlah bank sentral dunia diperkirakan mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga untuk mengantisipasi lonjakan inflasi impor.
Di Asia, Bank of Korea, Reserve Bank of New Zealand, hingga Reserve Bank of Australia menghadapi tekanan serupa. Inflasi kawasan diperkirakan tetap tinggi akibat kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.
Singapura diperkirakan mencatat percepatan inflasi pada April menjadi 2,1%, sementara Jepang masih menghadapi tekanan harga yang membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan. Australia juga diperkirakan masih mencatat inflasi inti di atas target bank sentral.


























