Logo Bloomberg Technoz

Perry mengatakan rekalibrasi ini menjadi perubahan arah dari kebijakan sebelumnya lantaran BI sempat menurunkan imbal hasil SRBI secara agresif. Kini, penyesuaian dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas pasar keuangan dan kecukupan likuiditas perbankan.

"Likuiditas perbankan kita jaga M0-nya [uang primer] tetap double digit bahkan 13,3%, kami jaga supaya kecukupan likuditas itu tercapai," tutur Perry.

Selain itu, BI juga terus melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar obligasi domestik.

"Tahun ini kami year to date-nya sudah membeli Rp90,05 triliun [SBN] itu yang kami sudah lakukan," imbuhnya. 

Sebelumnya, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Maret 2026. Hasilnya, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate tetap di level 4,75%.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5%," ungkap Perry dalam jumpa pers usai RDG BI periode Maret 2026, Selasa (17/3/2026).

Perry menjelaskan bank sentral akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah.

(lav)

No more pages