Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas, Tertopang Mata Uang Kawasan
Tim Riset Bloomberg Technoz
25 May 2026 08:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengawali pekan terakhir Mei, pergerakan rupiah di luar negeri bergerak terbatas, setelah sempat melemah pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Hari ini, Senin (25/5/2026), rupiah offshore bergerak menguat dengan perubahan 0,11% di posisi Rp17.724/US$ pada 08:03 WIB, berubah dari posisi penutupan Rp17.743/US$ pada Jumat (22/5/2026).
Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama sedikit tergerus 0,23% meski masih berada di level 99. Sementara, harga minyak mentah Brent mulai kembali melandai ke US$98,66 per barel pada 07:11 WIB.
Penurunan harga minyak mentah dunia didorong oleh kabar kesepakatan damai antara AS dan Iran yang makin dekat. Saat ini, kedua belah pihak dikabarkan masih mengesiasikan susunan kalimat yang tepat terkait sejumlah isu krusial, dan kemungkinan membutuhkan waktu beberapa hari ke depan untuk mendapatkan persetujuan akhir. Pejabat AS mengabarkan bahwa belum ada berkas yang siap ditandatangani.
Namun, kabar versi Iran justru sebaliknya. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa draf kesepakatan tersebut masih berpotensi gagal. Pasalnya, AS dinilai menghambat beberapa klausul penting, termasuk tuntutan Teheran agar aset-aset mereka yang dibekukan segera dicairkan.




























