Logo Bloomberg Technoz

Telaah Urgensi RI Impor 100.000 Tabung CNG 3 Kg dari China

Sabrina Mulia Rhamadanty
25 May 2026 08:50

Tutup diletakkan di atas tangki gas alam terkompresi (CNG)./Bloomberg-asper Juinen
Tutup diletakkan di atas tangki gas alam terkompresi (CNG)./Bloomberg-asper Juinen

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengimpor tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) 3 kg pada tahap awal dinilai masih wajar.

Praktisi senior industri minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo menjelaskan impor tahap pertama ini masih bisa diterima karena memperhitungkan masa pakai dari tabung CNG.

“Impor tabung CNG ini hanya sekali dan bisa dipakai selama 20 tahun, kalau sesuai umur material tersertifikasi tersebut. Jadi langkah pemerintah mengimpor tabung CNG sebanyak 100.000 untuk pilot project sangat bisa dimaklumi,” ungkap Ismoyo saat dihubungi, Senin (25/05/2026).


Pun demikian, Ismoyo menyoroti rencana impor tabung CNG sebenarnya menjadi bukti bahwa industri manufaktur di dalam negeri belum cukup kuat untuk membuat tabung dengan skala kecil dalam waktu yang cukup singkat.

“Desain sudah ada, tetapi tidak ada pabrik yang mau membuat CNG tabung [3 kg] hanya 100.000 di dalam negeri. Lebih efisien impor. Jika pilot project bisa dipastikan sukses dan pemerintah sudah yakin bahwa tabung CNG aman, maka program akan di-scale up menjadi lebih besar,” terangnya.

Teknisi menempatkan tangki gas alam di bagasi Bugatti untuk mengubahnya menjadi unit bahan bakar ganda yang beroperasi dengan CNG./Bloomberg