Logo Bloomberg Technoz

Lengkap, Tiga Risiko Keberadaan Danantara Sumberdaya Menurut S&P

Redaksi
24 May 2026 11:00

Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings, menyoroti pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia, BUMN yang bertugas sebagai satu-satunya pintu ekspor sumber daya alam (SDA).

Jika tujuan pemerintah mendirikan Danantara Sumberdaya Indonesia untuk meminimalisir kebocoran akibat under-invoicing, maka S&P memiliki pandangan berbeda.

Setidaknya, terdapat tiga risiko utama menurut S&P, jika ekspor SDA dilakukan terpusat melalui satu BUMN, Danantara Sumberdaya Indonesia. Berikut ketiga risiko tersebut, seperti dikutip dari keterangan resmi S&P, Minggu (24/5/2026).


Risiko Pelaksanaan

Implementasi ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia dinilai terlalu cepat. Hal ini menimbulkan potensi pelaksanaan yang buruk, sehingga berimbas pada risiko rusaknya metrik kredit negara.