BI Rate Naik, Skema Insentif KLM Perbankan Disesuaikan
Mis Fransiska Dewi
23 May 2026 19:00

Bloomberg Technoz, Makassar - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan menyesuaikan mekanisme Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) karena dihitung berdasarkan spread antara BI Rate dan suku bunga kredit perbankan.
Mekanisme KLM sendiri dirancang agar mempercepat transmisi penurunan suku bunga kredit melalui insentif kepada bank yang agresif menurunkan bunga pinjaman. Dengan skema baru ini, bank yang tidak menaikkan bunga kredit secara signifikan saat BI Rate meningkat tetap berpeluang memperoleh insentif.
“Jadi pada saat nanti BI Rate-nya naik, tapi bank-bank itu tidak melakukan kenaikan suku bunga kredit secara signifikan atau tidak manageable, sangat tinggi, tentunya bank-bank itu akan mendapatkan insentifnya,” kata Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha P Kuantan dalam media briefing di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/5/2026).
Dhaha menyatakan, langkah tersebut dilakukan agar perbankan menyesuaikan suku bunga kreditnya secara manageable, sehingga transmisi ke pertumbuhan kredit masih tetap berjalan.
Menurut BI, perbankan masih melanjutkan tren penurunan suku bunga kredit maupun deposito sesuai dengan transmisi pemangkasan BI Rate yang sejak dilakukan penurunan sebesar 150 basis poin (bps) menjadi 4,75% pada September 2024.




























