Logo Bloomberg Technoz

Kalender Ekonomi: Inflasi & Kebijakan Suku Bunga Warnai Pekan Ini

Redaksi
25 May 2026 07:02

The Fed diprediksi menahan suku bunga sebesar 3,75% (Diolah)
The Fed diprediksi menahan suku bunga sebesar 3,75% (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan harga minyak mentah dunia yang bertahan tinggi telah mengerek ekspektasi inflasi dan membuat bank sentral negara-negara di dunia diperkirakan mengambil langkah pengetatan kebijakan suku bunga secara serentak pada kuartal II-2026.

Langkah bank sentral dunia ini menyusul proyeksi terhadap bank sentral Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan juga akan mengambil langkah hawkish lantaran menghadapi risiko inflasi yang bertahan lebih lama akibat gangguan pasokan energi global.

Harga bensin di AS saat ini mendekati level tertinggi sejak 2022. Kenaikan biaya energi membuat masyarakat semakin pesimistis terhadap kondisi ekonomi. Sentimen konsumen bahkan tercatat jatuh ke rekor terendah, mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap daya beli rumah tangga.


Jika ketegangan geopolitik terus berlangsung dan gangguan pasokan minyak tidak segera mereda, tekanan inflasi diperkirakan semakin sulit dikendalikan. Dalam kondisi seperti ini, ruang bank sentral untuk memangkas suku bunga menjadi sangat terbatas.

Pelaku pasar kini mulai mengubah ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed. Investor akan mencermati pidato sejumlah pejabat Federal Reserve pekan depan, termasuk John Williams, Philip Jefferson, dan Neel Kashkari, untuk mencari petunjuk mengenai langkah kebijakan berikutnya.