Logo Bloomberg Technoz

BI Waspadai Inflasi Akibat Kemarau Datang Lebih Dini 

Mis Fransiska Dewi
17 March 2026 20:10

Aktivitas transaksi perdagangan di pasar tradisional. (Dok Muhammad Fadli/Bloomberg)
Aktivitas transaksi perdagangan di pasar tradisional. (Dok Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti potensi kenaikan harga-harga barang atau inflasi imbas musim kemarau yang datang lebih dini di tengah eskalasi perang di Timur Tengah yang masih berkecamuk. 

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengungkapkan efek tekanan harga akan mengarah kepada sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai-cabaian, jagung hingga beras.

"Karena dari BMKG itu ada keterangan kemungkinan musim kemarau yang lebih kering dan datangnya lebih dini. Jadi ini perlu kita perhatikan khususnya nanti untuk komoditas hortikultura seperti cabai-cabaian kemudian jagung maupun beras," kata Aida dalam konferensi pers usai Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Selasa (17/3/2026). 


Dia juga menyebut konflik di Timur Tengah yang masih berkecamuk akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, bisa memicu tekanan inflasi di Indonesia dari jalur gangguan rantai pasok global hingga tekanan harga-harga komoditas di sektor energi.

"Ini tentunya akan mempunyai dampak kepada inflasi terutama dari jalur lantai pasokan maupun dari kenaikan harga komoditas. Itu yang harus kita lihat," ucap Aida.