Obligasi Hijau di Pasar Berkembang Naik, Redam Guncangan Minyak
News
13 May 2026 20:50

Selcuk Gokoluk - Bloomberg News
Bloomberg, Perang di Timur Tengah memicu lonjakan momentum bagi obligasi hijau di pasar negara berkembang. Pasalnya, negara-negara tersebut berupaya mendanai proyek energi terbarukan untuk meredam lonjakan biaya minyak.
Penerbitan obligasi hijau dari negara-negara berkembang melonjak 53% dalam empat bulan pertama tahun ini menjadi US$24 miliar, angka tertinggi sejak rekor penerbitan pada tahun 2023, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg. Hal ini didorong oleh April yang paling sibuk sepanjang sejarah.
Lonjakan penjualan ini terjadi saat beberapa negara yang paling parah terdampak konflik Iran mempercepat transisi ke energi terbarukan, guna membatasi dampak negatif pada perekonomian mereka dan guna menghindari gangguan pasokan minyak di masa depan.
Hal ini menjadi dorongan bagi pasar utang yang terpuruk dalam beberapa tahun terakhir akibat kekhawatiran tentang greenwashing serta penolakan AS terhadap investasi yang berfokus pada lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).































