Kekhawatiran Inflasi Meningkat, Wall Street Tumbang
News
13 May 2026 05:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi jual besar-besaran di perusahaan pembuat chip mendorong bursa saham Wall Street turun, bersamaan dengan jatuhnya pasar obligasi setelah data inflasi menunjukkan dampak gangguan energi yang berasal dari perang di Iran.
Indeks harga konsumen inti yang naik lebih cepat dari perkiraan menghentikan reli di pasar saham, dengan S&P 500 turun dari rekor tertinggi.
S&P 500 turun 0,2% pada penutupan perdagangan waktu setempat. Nasdaq 100 turun 0,9%, Dow Jones Industrial Average naik 0,1% dan MSCI World Index turun 0,3%.
Kekhawatiran inflasi yang kembali muncul memicu peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah, seiring dengan langkah pelaku pasar yang meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2027. Minyak mentah AS mencapai lebih dari $102.
Kenaikan pesat di pasar saham dari titik terendah yang dipicu perang mulai menunjukkan tanda-tanda overheating, terutama di kelompok perusahaan teknologi.






























