Logo Bloomberg Technoz

China Masih Kuasai 70% Produksi Tambang Logam Tanah Jarang Dunia

Sabrina Mulia Rhamadanty
13 May 2026 19:00

Area tambang logam tanah jarang milik MP Materials Corp. Tambang Mountain Pass di Mountain Pass, California. (Joe Buglewicz/Bloomberg)
Area tambang logam tanah jarang milik MP Materials Corp. Tambang Mountain Pass di Mountain Pass, California. (Joe Buglewicz/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rantai pasok Logam Tanah Jarang (LTJ) di dunia sebanyak 68-70% masih dikuasai oleh China.

Chairman Indonesia Mining Institute sekaligus Guru Besar Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Irwandy Arif menyebut hingga tahun 2025 produksi LTJ dunia masih berasal dari negara tirai bambu tersebut. 

“China masih mendominasi pasokan, 68-70% produksi tambang LTJ dunia masih dari Tiongkok,” ungkap Irwandy dalam agenda Badan Industri Mineral (BIM) yang dilaksanakan secara daring, Rabu (13/05/2026).


Lebih detail, Irwandy menjelaskan LTJ diperdagangkan dalam bentuk Rare Earth Oxides (REO) atau Oksida Tanah Jarang. Ini adalah senyawa yang terbentuk ketika LTJ bereaksi dengan oksigen. 

Sepanjang tahun 2025, terdapat lima negara produsen terbesar LTJ di dunia. Nomor satu dipegang oleh China dengan produksi sebanyak 270 ribu ton REO, disusul oleh Amerika Serikat sebanyak 51 ribu ton REO, lalu Australia sebanyak 29 ribu ton REO, kemudian Burma sebanyak 22 ribu ton REO, lalu Thailand sebanyak 4.800 ribu ton.