Logo Bloomberg Technoz

55% SPPG Kantongi SLHS, Bakom Klaim Tekan Kasus Keracunan MBG

Dinda Decembria
13 May 2026 17:00

Kepala Bakom RI Muhammad Qadari (tengah) di Gedung Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/5). (dok. Dinda Decemberia/Bloomberg Technoz)
Kepala Bakom RI Muhammad Qadari (tengah) di Gedung Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/5). (dok. Dinda Decemberia/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengungkapkan sebanyak 55,42% Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Menurut dia, peningkatan sertifikasi tersebut turut membantu menekan kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG.

Qodari memaparkan, berdasarkan data yang diterima per 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 61.991.412 orang atau sekitar 74,1% dari total target 82,9 juta penerima. Sementara itu, jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai 28.390 unit di berbagai daerah.

Dari total tersebut, sebanyak 15.335 SPPG atau sekitar 55,42% telah mengantongi SLHS. Sertifikat tersebut menjadi salah satu indikator pemenuhan standar kebersihan dan sanitasi dalam pengelolaan makanan pada program MBG.


“Peningkatan jumlah SPPG pada satu sisi memang kita lihat telah mampu meningkatkan kualitas pangan. Sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan sudah jauh lebih berkurang,” kata Qodari di Gedung Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Dia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data perkembangan Mei 2026, terdapat 1.738 SPPG yang diberhentikan sementara atau masuk kategori suspect guarantee karena belum memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia menegaskan mekanisme teknis terkait penanganan tersebut nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh Badan Gizi Nasional (BGN).