Diketahui, inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76% yoy terutama dipengaruhi oleh faktor temporer base effect dari kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50% pada Januari dan Februari 2025.
Inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,63% yoy terutama didorong oleh kenaikan harga emas. Inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 4,64% yoy, tetap terjaga di tengah peningkatan permintaan pada periode perayaan HBKN Tahun Baru Imlek dan periode Ramadan 1447 H dan penurunan pasokan akibat gangguan cuaca.
Meski demikian, ke depan, BI memandang inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2026 dan 2027 tetap dalam kisaran 2,5% plus minus 1%, meskipun lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya dipengaruhi oleh prospek harga komoditas global yang meningkat.
(ain)

























