Logo Bloomberg Technoz

BI: Perang AS-Iran Picu Perlambatan Ekonomi Global-Kerek Inflasi

Mis Fransiska Dewi
17 March 2026 19:20

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat Pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (19/2/2025). (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat Pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (19/2/2025). (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia menyebut eskalasi yang terjadi di Timur Tengah memicu perlambatan ekonomi global dan mengerek inflasi di seluruh dunia. Hal ini terjadi sebagai imbas melonjaknya harga komoditas akibat perang tersebut.

“Jadi tentu saja yang pertama adalah dampaknya terhadap harga minyak dunia dan rembatannya terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dan inflasi global yang tadi kami sampaikan memang akan membawa pertumbuhan ekonomi global lebih rendah, inflasi global akan lebih tinggi.” kata Perry Warjiyo, Gubernur BI dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (17/12/2025).

Perry bilang saat ini pasar keuangan global sudah terkena dampak buruk akibat perang di Timur Tengah yang masih berlangsung tersebut.


Salah satu yang paling terasa adalah aliran modal portfolio asing itu keluar dari negara-negara emerging market termasuk Indonesia. 

“Demikian juga tekanan-tekanan terhadap nilai tukar dengan menguatnya dolar Amerika Serikat tentu saja terjadi tekanan-tekanan terhadap nilai tukar mata uang emerging market termasuk Indonesia.” kata Perry.