Logo Bloomberg Technoz

Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Menguat Terbatas

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 March 2026 09:25

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menguat terbatas pada awal perdagangan di hari terakhir sebelum libur panjang Nyepi dan Lebaran, di tengah penantian arah suku bunga yang akan diumumkan Bank Indonesia. 

Nilai tukar rupiah menguat tipis 0,12% terhadap dolar Amerika Serikat di pasar spot pada Selasa pagi (17/3/2026) sejalan dengan mayoritas mata uang di pasar Asia. 

Indeks dolar AS tercatat melanjutkan penguatan sebesar 0,19% ke 99,9. Meski dolar menguat, pergerakan mata uang di pasar Asia cukup beragam.


Penguatan datang dari peso Filipina, baht Thailand, dolar Taiwan, yuan China, rupiah, yuan offshore, ringgit Malaysia dan won Korea Selatan. Sebaliknya, yen Jepang, dolar Singapura melemah. 

Pergerakan mata uang Asia di pasar spot Selasa (17/3/2026), 09.05 WIB. (Bloomberg)

Jika ditarik sejak awal Maret, maka mayoritas mata uang Asia mengalami pelemahan akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Serangan AS-Israel terhadap Iran mendorong harga minyak mentah naik hingga melampaui US$100 per barel, memicu tekanan bagi negara-negara Asia yang masih bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.