Penyebab Rupiah Jadi Runner-Up Asia Pagi Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
15 June 2026 09:22

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (15/6/2026), dengan apresiasi 0,12% ke Rp17.848/US$ kala pembukaan pasar. Tak lama berselang rupiah makin menguat 0,45% ke Rp17.790/US$ pada 09:03 WIB.
Apresiasi mata uang Garuda ditopang oleh meredanya tekanan eksternal setelah harga minyak mentah dunia terkoreksi tajam menyusul meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Penurunan harga minyak jadi kabar baik bagi Indonesia yang masih berstatus sebagai net importir minyak. Meredanya tekanan dari sisi energi tak cuma mengurangi risiko pelebaran defisit transaksi berjalan, tetapi juga kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi impor yang sempat membayangi.
Sentimen positif itu, turut mendorong arus dana kembali ke aset-aset berisiko di kawasan Asia. Mata uang kawasan menguat, begitu juga dengan imbal hasil obligasi pemerintah di sejumlah negara bergerak turun, sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap pasar Asia.
Dari kawasan, peso Filipina memimpin penguatan mata uang Asia sebesar 1,05%. Di posisi kedua ada rupiah, dan dolar Taiwan di peringkat ketiga.




























