Harga Minyak Tertahan di Level Terendah Jelang Teken Pakta Damai
News
16 June 2026 06:30

Rong Wei Neo dan Gabriel Levin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia tertahan di posisi penurunan terdalamnya dalam lebih dari dua pekan terakhir. Kondisi ini terjadi seiring para pelaku pasar, perusahaan pelayaran, dan produsen energi yang masih menanti rincian resmi dari kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang diproyeksikan bakal membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas US$81 per barel setelah anjlok hampir 5% pada Senin (15/6), sementara Brent ditutup di kisaran US$83 per barel. Kesepakatan sementara tersebut dijadwalkan ditandatangani kedua pihak di Swiss pada Jumat mendatang, meski Washington dan Teheran hingga kini belum merilis teks nota kesepahaman (MoU) yang dimaksud.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz akan kembali terbuka pada Jumat. “Saat ini kami sudah memiliki banyak jalur yang beroperasi,” kata Trump kepada wartawan dalam KTT G-7 di Prancis. “Selat itu akan terbuka dan bebas biaya.”
Minimnya rincian membuat pasar tetap berhati-hati. Pejabat sektor energi di kawasan Teluk Persia mengatakan mereka dibanjiri pertanyaan dari para pembeli mengenai apakah minyak mentah dapat kembali dikirim melalui selat tersebut. Sementara itu, para eksekutif perusahaan pelayaran dan pedagang komoditas menyatakan mereka membutuhkan kejelasan lebih lanjut sebelum mengirim kapal melalui jalur tersebut.
































