Logo Bloomberg Technoz

Mandatori Bioetanol E5 Bulan Depan, Bisa Lebih Mahal dari Bensin?

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 June 2026 09:00

Ilustrasi bahan bakar berbasis bauran bioetanol./Bloomberg-Si Barber
Ilustrasi bahan bakar berbasis bauran bioetanol./Bloomberg-Si Barber

Bloomberg Technoz, Jakarta – Peneliti independen sektor energi Akhmad Hanan mewaspadai harga bensin dengan campuran bioetanol 5% alias E5 bakal lebih mahal dari harga bahan bakar minyak (BBM) fosil, jika pasokan bioetanolnya tidak stabil.

Akhmad mencatat, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebutuhan bioetanol untuk program E5 yang bakal dimandatorikan terbatas mulai 1 Juli 2026 berada di sekitar 26.000 kiloliter (kl).

Permasalahannya, kata Akhmad, saat ini baru terdapat tiga pabrik bioetanol yang mampu memproduksi bioetanol untuk kriteria bahan bakar atau fuel grade.


Walhasil, dia khawatir jika pasokan bioetanol dari tiga pabrik tersebut terganggu, harga jual E5 bakal melonjak.

“Tantangan utamanya kalau kita lihat selama ini dari pasokan yang terbatas. Jika pasokan tidak stabil, harga bensin E5 bisa lebih tinggi dibandingkan dengan bensin biasa,” kata Akhmad ketika dihubungi, Senin (15/6/2026).

Kapasitas kilang biofuel di Indonesia./dok. BMI