Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Stabil di Luar Negeri, Pasar Tunggu Langkah Bank Sentral

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 June 2026 08:29

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan di luar negeri dengan stagnasi di  Rp17.712/US$, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang keputusan bank sentral global pekan ini. 

Stabilnya nilai tukar rupiah terjadi kala harga minyak naik tipis 0,5% ke US$83,59 per barel pada sesi perdagangan Selasa (16/6/2026) pukul 07:45 WIB, setelah sempat mengalami tekanan hebat akibat meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah. 

Pergerakan nilai kontrak rupiah di luar negeri selama tiga hari terakhir, Selasa (16/6/2026). (Bloomberg)

Kestabilan harga minyak dan meredanya tekanan dolar AS memang jadi perkembangan positif, meski belum cukup untuk mengubah sentimen secara signifikan. 


Pelaku pasar menyambut positif langkah pemerintah yang akan melakukan penyesuaian terhadap anggaran pada program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Komunikasi pemerintah yang menyatakan adanya penyesuaian anggaran mulai dibaca oleh pelaku pasar sebagai sinyal bahwa disiplin fiskal menjadi pertimbangan. 

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia melampaui asumsi dasar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang telah ditransmisikan menjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi juga disambut baik. Sebelumnya, sikap pemerintah menahan kenaikan harga BBM di tengah lonjakan harga minyak menjadi kekhawatiran pelaku pasar lantaran akan semakin menggerus ruang fiskal.