Logo Bloomberg Technoz

BI Rate Naik, BNI Susun Strategi Jaga Intermediasi ke Sektor Riil

Mis Fransiska Dewi
11 June 2026 09:20

Ilustrasi Bank BNI (Dok BNI)
Ilustrasi Bank BNI (Dok BNI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI memastikan tetap menjaga fungsi intermediasi secara selektif dan produktif untuk mendukung sektor riil meskipun Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%. 

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengungkapkan perseroan memandang kenaikan BI Rate sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika global.  

Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan tekanan inflasi, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional. 


"Kami memandang kenaikan BI Rate sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Stabilitas yang terjaga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor riil maupun industri perbankan," kata Okki dalam siaran pers dikutip Kamis (11/6/2026).

Okki menuturkan stabilitas makroekonomi menjadi prasyarat penting bagi sektor perbankan untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan berkelanjutan.