Fokus Suku Bunga Jepang-Australia, Bursa Asia Naik Tipis
News
16 June 2026 08:00

Shikhar Balwani - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (16/6). Para pelaku pasar tengah mencermati kelanjutan reli positif yang dipicu oleh kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sembari menanti keputusan suku bunga acuan di Australia dan Jepang.
Indeks acuan saham regional MSCI naik tipis 0,1% pada awal perdagangan, sementara kontrak berjangka (futures) saham AS bergerak sedikit melemah. Pergerakan ini terjadi setelah indeks S&P 500 melonjak 1,7% dan indeks Nasdaq 100 yang padat saham teknologi melesat 3,1% pada penutupan sebelumnya. Di pasar komoditas, minyak mentah jenis Brent naik 0,6% mendekati level US$84 per barel, setelah sempat mencatatkan penurunan terdalamnya dalam lebih dari dua pekan pada hari Senin.
Dari pasar valuta asing, mata uang dolar Australia bergerak melemah tipis terhadap dolar AS. Bank Sentral Australia (RBA) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga utamanya untuk pertama kalinya pada tahun ini. Di sisi lain, yen Jepang terpantau stabil karena Bank Sentral Jepang (BOJ) diproyeksikan secara luas akan menaikkan suku bunga acuan mereka ke level tertinggi sejak tahun 1995.
Pasar saham dan obligasi global kompak menguat pada hari Senin lalu setelah pakta damai AS-Iran memicu penurunan harga minyak. Kesepakatan ini sekaligus membangkitkan harapan bahwa perang yang telah mengguncang pasar sejak akhir Februari lalu tersebut mungkin akan segera berakhir. Kendati demikian, para investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah untuk melihat tanda-tanda apakah lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz mulai kembali normal dan apakah perjanjian damai ini akan bertahan lama.




























