Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Cermin Kegelisahan Pasar Soal Defisit APBN

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 March 2026 13:38

Rupiah terlemah di Asia, imbas sentimen burden sharing BI (Diolah berbagai sumber)
Rupiah terlemah di Asia, imbas sentimen burden sharing BI (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah mencatatkan pelemahan terdalam sepanjang tahun ini dan nyaris menyentuh Rp17.000/US$. Pada perdagangan Senin (16/3/2026) pukul 12:45 WIB, rupiah melemah 0,3% dan berada di posisi Rp16.994/US$. 

Investor sepertinya tengah merespons meningkatnya ketidakpastian fiskal setelah muncul sinyal dari pemerintah bahwa batas defisit anggran sebesar 3% terhadap PDB semakin sulit dipertahankan. Kenaikan tajam harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah memperbesar tekanan terhadap asumsi fiskal dalam APBN. 

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa akan mempertimbangkan untuk sementara melampaui batas defisit anggaran yang diatur undang-undang dalam situasi darurat. Meski menegaskan tetap berkomitmen pada disiplin fiskal dan menyatakan bahwa negara harus "hidup sesuai dengan kemampuan", tetapi pasar menangkap sinyal lain dengan tidak dipangkasnya anggaran program makan siang gratis. 


"Respons investor menunjukkan bahwa mereka akan lebih mendukung jalur relokasi fiskal dibandingkan skenario penghapusan batas defisit secara lebih cepat," sebut Ari Jahja, Kepala Riset Macquarie Capital, seperti dikutip Bloomberg News.

Kekhawatiran ini muncul pada saat lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan impor minyak, yang pada akhirnya dapat memperlebar tekanan terhadap neraca fiskal maupun nilai tukar.