Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Menguat 4,1%, Terbaik di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
15 June 2026 19:20

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (15/6/2026) dengan menguat di zona optimistis dengan melesat 4,12% di posisi 6.254. IHSG juga berhasil menyentuh level tertinggi 6.345 siang hari tadi.

Volume transaksi tercatat menyentuh 54,61 miliar saham, dengan nilai jual–beli mencapai Rp30,14 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 3,25 juta kali diperjualbelikan.

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 15 Juni 2026 (Bloomberg)

Adapun 603 saham mengalami penguatan terbaiknya, dan ada 125 saham melemah. Sedang 90 saham tidak bergerak.


IHSG menjadi yang teratas dan juara empat di Bursa Asia. PSEi (Filipina), KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), Shenzhen Comp. (China), Topix (Jepang), TW Weighted Index (Taiwan), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), Straits Times (Singapura), SENSEX (India), Hang Seng (Hong Kong), KOSDAQ (Korea Selatan), KLCI (Malaysia), dan Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), yang menguat masing–masing 6,14%, 5,2%, 4,99%, 3,42%, 3,03%, 2,78%, 2,39%, 1,61%, 1,02%, 0,98%, 0,5%, 0,48%, 0,46%, dan 0,43%.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah saham menjadi pendorong IHSG melesat pada hari ini. Saham–saham barang baku, saham keuangan, dan saham perindustrian mencatatkan penguatan paling impresif, dengan masing–masing melesat mencapai 7,26%, 5,24% dan 4,51%.