Cerita di Balik Data Utang Luar Negeri RI
Redaksi
15 June 2026 15:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 mencapai US$439,8 miliar, meningkat dari US$433,9 miliar pada periode Maret 2026.
Secara tahunan, pertumbuhan ULN tercatat mencapai 1%, lebih rendah dibanding Maret 2026 yang sempat tumbuh 1,9%. Kenaikan ini menunjukkan bahwa Indoneisa masih menambah pembiayaan eksternal di tengan kebutuhan pembiayaan fiskal domestik.
Kontributor terbesar kenaikan ULN berasal dari sektor publik yakni pemerintah dan bank sentral. Posisi utang pemerintah meningkat menjadi US$216,4 miliar pada April, naik dari US$214,7 pada April.
Hampir seluruh pertumbuhan utang Indonesia saat ini berasal dari pemerintah. Dalam enam bulan terakhir, tambahan utang pemerintah mencapai US$6,6 miliar sejak posisi November 2025 US$209,8 miliar, atau menyumbang lebih dari 44% kenaikan total ULN selama periode tersebut.
Data ULN yang dirilis Bank Indonesia (BI), juga menunjukkan komposisi utang valas RI periode April terdiri dari:
- Pemerintah 49,2%, senilai US$216,4 miliar, naik 3,7%.
- Bank Indonesia 6,9%, senilai US$30,2 miliar, naik 7,5%.
- Swasta 43,9% senilai US$193,2 miliar, turun 0,7%.






























