Logo Bloomberg Technoz

Bulan Ini, Rupiah Masih Diselimuti Kabut Ketidakpastian

Redaksi
04 March 2026 15:58

Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)
Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Arah rupiah dalam waktu dekat tampaknya masih akan diliputi kabut ketidakpastian. Di satu sisi, tekanan eksternal dan kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal domestik membuat sentimen investor tetap rapuh. 

Bagi pasar keuangan, isu fiskal ini sebenarnya masih menjadi perhatian utama. Defisit anggaran Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB), mendekati batas legal 3%.

Angka ini melampaui target pertengahan tahun yang telah direvisi menjadi 2,78% dari sebelumnya 2,53%. Secara historis, ini merupakan defisit tertinggi sejak 2021.


Lonjakan belanja ini membuat investor khawatir terhadap disiplin fiskal pemerintah yang selama ini jadi jangkar kepercayaan. Kekhawatiran tersebut makin menguat setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, sementara MSCI juga memberikan peringatan terkait stabilitas pasar keuangan. Kombinasi faktor tersebut membuat rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia sejak 2025.

“Keraguan pasar meningkat terhadap belanja populis yang terus naik. Program makan gratis diperkirakan meningkat dari Rp71 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp268–335 triliun pada 2026, atau lebih dari 10% dari pendapatan negara tahun 2025,” sebut analis Bloomberg Economics, Stephen Chiu dan Chunyu Zhang dalam laporan terbarunya.